Resensi Sifat Shalat Nabi, asy Syaikh al Albani

Sifat shalat nabi

صلوا كما رأيتموني أصلي

Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihatku shalat.

-Irwa’ al Ghalil, No. 213

Identitas Buku Sifat Shalat Nabi

Judul: Sifat Shalat Nabi

Penulis: asy Syaikh Muhammad Nashiruddin al Albani

Penerbit: Darul Haq, at Tibyan, Pustaka Ibnu Katsir, Griya Ilmu, Media Hidayah, as Salam Publishing

Jika ada sebuah pertanyaan, buku apa yang mengubah cara pandangmu? Buku apa yang mengubah mindset mu? Maka saya akan menjawab buku Sifat Shalat Nabi oleh Syaikh al Albani. Hal itu mungkin juga akan berlaku bagi beberapa orang lainnya yang sudah membaca buku ini. Entahlah sepertinya saya mendapatkan hidayah atau semacamnya setelah membaca buku ini. Sebenarnya saya ingin menceritakan kisah awal mulanya saya membaca buku ini. Akan tetapi, karena mungkin akan terlalu panjang artikel ini lebih baik pembaca membaca kisah orang lain yang membaca buku ini di sini. Sedangkan artikel ini lebih berfokus pada resensi buku Sifat Shalat Nabi.

Melihat begitu penting perintah beliau ﷺ akan ibadah shalat dan juga menindaklanjuti harapan kaum muslimin secara umum maupun para penuntut ilmu yang haus akan as Sunnah, diketengahkan kepada kaum muslimin sebuah kitab yang telah lama dinanti, “Ashlu Sifat Shalat Nabi ﷺ”, buah karya muhaddits abad ini, al Imam al ‘Allamah Nashir as Sunnah, Muhammad Nashiruddin al Albani rahimahullah.

Sungguh, kitab yang kini Admin resensi adalah kitab yang monumental. Penulis rahimahullah mengawali kitabnya seputar pembahasan wajibnya mengikuti sunnah Rasulullah ﷺ dan meninggalkan segala pendapat yang menyelisihinya. Barulah setelah itu, beliau menyebutkan beberapa pembahasan seputar tata cara shalat.

Sifat Ruku’ Nabi

وإذا ركعت فضع راحتيك على ركبتيك وامدد ظهرك

Apabila engkau ruku’, maka letakkanlah kedua telapak tanganmu di atas kedua lututmu, lalu renggangkan jari-jari tanganmu, lalu diamlah hingga masing-masing ruas tulangmu menempati tempatnya.

-Shahih Sunan Abu Daud, No. 859

Salah satu yang dibahas di dalam buku Sifat Shalat Nabi ini adalah tentang Ruku’. Syaikh al Albani menjelaskan bahwa setelah beliau (Rasulullah ﷺ) menyelesaikan bacaan al Qur’an, beliau terdiam sejenak, kemudian mengangkat kedua tangannya, seperti telah disinggung pada pembahasan sebelumnya pada takbiratul ihram, lalu beliau bertakbir dan ruku’. Beliau memerintahkan untuk mengangkat kedua tangan, kepada sahabat yang keliru dalam tata cara shalatnya.

Tata Cara Ruku’ dalam Sifat Shalat Nabi

Beliau ﷺ awal mulanya merapatkan jari-jari kedua telapak tangannya kemudian meletakkannya kemudian meletakkannya di antara kedua lututnya [dan menyilangkan jari-jarinya]. Kemudian beliau meninggalkan cara seperti itu, bahkan melarangnya. Beliau ﷺ kemudian meletakkan kedua telapak tangannya di atas kedua lututnya. Beliau ﷺ memantapkan kedua tangannya di kedua lututnya [seolah-olah beliau menggenggamnya]. Beliau ﷺ merenggangkan jari-jari tangannya, dan memerintahkan hal tersebut kepada sahabat yang keliru dalam pelaksanaan shalatnya, beliau ﷺ bersabda sebagaimana yang tercantum dalam hadits di atas.

Beliau ﷺ menempatkan jari-jarinya lebih rendah dari pada itu [di atas kedua betisnya]. Beliau ﷺ juga merentangkan dan menjauhkan kedua sikunya dari kedua lambungnya. Apabila beliau ﷺ ruku, beliau ﷺ meluruskan dan meratakan punggungnya. Beliau ﷺ tidak menundukkan kepalanya dan tidak juga menengadahkannya, akan tetapi pertengahan dari keduanya. Beliau ﷺ melakukan ruku’ dengan tuma’ninah, dan memerintahkan hal tersebut kepada sahabat yang keliru dalam pelaksanaan shalatnya.

Di dalam ruku ini, beliau ﷺ mengucapkan beberapa macam dzikir dan doa, terkadang dengan suatu dzikir dan terkadang dengan dzikir lainnya. Di dalam Sifat Shalat Nabi ini, Syaikh al Albani menyebutkan 7 variasi dzikir dalam ruku’. Penulis juga mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ mengerjakan ruku’, berdiri setelah ruku’, sujud, duduk di antara dua sujud, semuanya hampir sama lamanya. Rasulullah ﷺ juga melarang membaca al Qur’an ketika ruku’ dan sujud.

Komentar terhadap Isi Buku

Ketika awal mula Admin membaca buku ini, Admin merasa tidak bisa berhenti untuk membuka lembaran demi lembaran buku tersebut. Hal ini karena Syaikh al Albani menjelaskan dengan kelugasan dan kecermatan dalam mengolah alur demi alur bahasan ilmiah. Kekuatan pembahasan dan argumentasi yang memukau menunjukkan bahwa beliau bukan hanya seorang ahli hadits tetapi juga ahli fiqih.

Terlihat pula di buku beliau ini, Admin merasakan bahwa beliau adalah orang yang obyektif. Dimana beliau berusaha untuk mengmbil pendapat yang lebih dekat kepada nash. Dan begitulah seharusnya seorang yang berilmu, dimana dia mengambil kesimpulan hukum tanpa tendensi. Syaikh al Albani biarpun tumbuh di lingkungan bermadzhab Hanafi, akan tetapi beliau tidak fanatik kepada madzhab tersebut. Beliau hanya fanatik kepada dalil.

Meski begitu, bukan berarti buku ini bisa lepas dari kekurangan. Ada beberapa penerbit yang mengalami salah ketik, dimana kesalahan tersebut bisa menimbulkan kesalahpahaman. Misalnya pada bab surat yang dibaca setelah al Fatihah. Disebutkan bahwa, seringkali beliau ﷺ membaca al Ghasyiyah dan al Qiyamah dalam satu raka’at. Padahal seharusnya ditulis, seringkali beliau ﷺ membaca al Insan dan al Qiyamah dalam satu raka’at. Tetapi pada beberapa penerbit lain sudah benar tulisannya.

Sifat shalat nabi
Salah ketik di buku sifat shalat Nabi

Selain itu, menurut Admin ada beberapa hal yang kurang dijelaskan di dalam buku ini. Misalnya pada bab menggerakan jari telunjuk ketika tasyahud. Syaikh al Albani tidak menjelaskan bagaimana cara menggerakannya, seberapa kuat menggerakannya, seberapa cepat menggerakannya. Itu semua tidak dijelaskan oleh penulis padahal pembahasan tentang hal tersebut lumayan penting.

Kesimpulan

Setelah membaca buku Sifat Shalat Nabi ini, Admin merasa mendapatkan pencerahan melalui buku ini. Admin kemudian seperti punya ketertarikan untuk mempelajari agama Islam lebih dalam lagi. Dan uniknya, kejadian ini juga dialami beberapa teman Admin yang sudah membaca buku ini. Mereka juga lebih tertarik untuk mempelajari agama Islam setelah membaca buku ini. Dan apakah Anda juga mengalaminya? Beritahu kami di kolom komentar.

Rating: ¾ (Bagus)

Untuk membaca buku Sifat Shalat Nabi, Anda dapat kunjungi tautan di bawah ini:

Jilid 1, jilid 2, jilid 3

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *